Solidaritas untuk #Balya – Melawan Leukimia

Selamat siang teman-teman dimana saja. Adik kita ini bernama #Balya, usianya 12 tahun.

Kali ini saya ingin mengetuk hati teman-teman sekalian untuk bergandengan tangan membantu adik kita #Balya yang sedang melawan penyakitnya, yaitu Leuikimia (Kanker Darah) yang ada di Semarang – Jawa Tengah.

Siapa itu #Balya? Saya akan menjelaskan siapa adik kita, dan kenapa kita harus membantu memberikan semangat juga sedikit donasi untuk membantu meringankan sakitnya adik kita tersebut.

Nama lengkapnya Muhammad Balya Alfain berusia 12 tahun, yang saat ini masih sekolah dan berada di kelas VII SMP 1 Margoyoso Pati, Jawa Tengah. Saya mengenalnya dari salah satu komunitas Rumah Orange – www.ngerumpi.com. Dia adalah adik dari Mbak Miftahun Nikmah.

Dan untuk kronologis kejadian adik #Balya di vonis Leukimia adalah seperti yang saya kutip dari tulisan Mbak Thatha.

“Senin, 22 Oktober 2012, sepulang sekolah, Balya yang kelas VII SMP 1 Margoyoso Pati, Jawa Tengah, melepas kaus kaki. Saat itu, dia melihat ada bintik-bintik merah di kakinya. Dia lapor pada Mama saya, Mama saya mengira bintik-bintik merah itu karena gatal biang keringat. Kemudian, Rabu, 24 Oktober 2012, dia berpuasa sunnah (puasa Arofah). Hari itu pula, di tubuh dia muncul memar-memar berwarna merah kehitaman di tangan dan kaki Balya. Alhamdulillah, puasa Balya lancar, meski kemudian suhu badannya hangat.

Esok harinya,Kamis, 25 Oktober 2012, Balya kembali berpuasa sunnah. Badannya masih hangat, memar-memar di badanya kian memerah. Bintik-bintik merah di kaki pun makin kentara. Alhamdulillah, puasa Balya hari itu juga lancar, meski dia tampak lemas. Mama sudah melarang dia berpuasa, namun Balya keukeuh ingin berpuasa.Keesokan harinya, Jumat, 26 oktober bertepatan dengan Hari Raya Idul Adha, badan Yaya masih hangat. Bintik merah di kaki makin kentara, memar-memar juga makin memerah. Mama memutuskan, membawa Balya ke dokter spesialis anak.

Sore hari, sekitar pukul 16.00 Ayah dan Ibu saya bersama Balya ke dokter anak. Betapa terkejutnya kami, karena dokter bilang limpa adik saya bengkak. Bintik-bintik merah di kaki itu didiagnosa sebagai pembuluh darah yang pecah di bawah kulit. Singkat kata, dokter bilang adik saya ada kelainan darah. Orang tua saya diminta merujuk Balya ke RSUD Pati untuk tes darah. Saat itu juga, orang tua saya membawa Balya ke RSUD. Sejak malam itu, Balya opname. Di RSUD Soewondo pati, Balya di tes darah untuk memastikan apa sakit yang dia derita.

Pagi hari, Sabtu (27 Oktober 2012) ,Hasil laboratorium menunjukkan, trombosit Balya 39000 (jumlah trombosit normal 150000) dan leukositnya 135000 (jumlah leukosit normal 11000). Dokter masih belum bisa mendiagnosis Balya sakit apa, tapi dokter menyarankan Balya banyak minum jus jambu agar trombositnya naik. Siang hari, darah Balya kembali diambil untuk menganalisa jumlah trombositnya. Malam hari, hasil lab keluar, trombosit Balya turun menjadi 9000. Dokter mengatakan harus segera transfusi trombosit 4 kantung. Malam itu juga, adik ditransfusi trombosit. Setelah 4 kantung trombosit selesai ditransfusi, darah adik saya kembali diambil untuk tes laborat.

Esok paginya, Minggu (28 Oktober 2012), kondisi Balya masih lemas. Dokter tidak memeriksa, karena hari Minggu. Seharian Balya hanya mendapat infus dan asupan makanan. Tidak mendapat obat. Malam hari, hasil tes lab keluar. Trombosit Balya turun lagi, jadi 6000 saja. Kami kelimpungan. Padahal semalam sudah transfusi 4 kantung kok malah trombosit turun lagi? Kami memutuskan, esok hari, Balya dirujuk ke RS Kariadi di Semarang.

Senin, (29 Oktober 2012) pukul 09.00 pagi, Balya dirujuk ke RS Kariadi Semarang. Kata dokter, Balya diminta melakukan tes darah lebih lanjut. Sampai di Semarang pukul 11.00 langsung mendaftar di paviliun garuda. Sembari menunggu panggilan kamar, Balya di tes darah. Saat itu, Balya pun bertemu dr Eko, spesialis darah yang menangani pasien usia >15 tahun. Dari pemeriksaan dr Eko, Balya didiagnosa menderita Leukimia.

Akhirnya, pukul 19.30 Balya masuk kamar. Namun, infus baru diberikan pukul 22.00, setelah hasil lab keluar. Betapa kami terkejut, karena dari hasil lan, trombosit Ballya hanya tinggal 3000. Malam itu juga, perawat di RS tersebut meminta kami mencari darah, karena Balya harus segera ditransfusi trombosit 2 kantung. Pukul 24.00, saya dan Ayah saya menuju PMI Kota Semarang di Jl Soegiyapranata untuk mengambil darah. Alhamdulillah, pukul 01.30 dini hari, trombosit dari PMI sudah bisa ditransfusi ke Balya.

Esok hari, Selasa (30 Oktober 2012), dokter memeriksa Balya, dan mengatakan ada indikasi Balya menderita Leukimia jenis ALL. Tapi untuk memastikan, perlu diadakan tes BMP (pengambilan sum-sum tulang belakang). Akhirnya, Rabu (31 Oktober 2012)pukul 09.00 pagi, Balya menjalani BMP. Saya dan orang tua saya juga menyaksikan, bagaimana dokter mengebor sum-sum tulang belakang Balya. Kami tiada henti bertakbir, memohon pada Allah agar BMP berjalan lancar.

Sore hari, sekitar pukul 15.00 hasil BMP sudah jadi. Hasil menunjukkan,Balya positif menderita Leukimia ALL L1. Kami semua shock berat. Berkali-kali saya memohon pada Tuhan, biar saya saja yang menggantikan posisi Balya. Kasian adik saya itu, dia masih kecil, perjalanannya masih panjang. Tapi, air mata kami tak bisa menyembuhkan Balya. Kami pun memutuskan akan berjuang, dan pantang menyerah. Apapun demi kesembuhan adik tersayang 😥 *sesenggukan*

Dokter mengatakan, agar bisa sembuh, Balya harus menjalani kemoterapi seminggu sekali selama 111 Minggu. Masyaallah, kami nggak bisa membayangkan. Berapa banyak biaya yang kami butuhkan untuk kesembuhan si kecil? Ratusan juta? Kami pasien non askes 😥

Kemudian, Sabtu (3 November 2012) Balya menjalani kemoterapi tahap 1 di RS Kariadi Semarang . Alhamdulillah, setelah kemoterapi, Balya tidak muntah dan tidak merasakan nyeri sendi. Dia sehat, fit, tetap doyan makan. Dalam sehari, Balya meminum 12 pil, pagi 6, siang 4, malam 2.Seharusnya, setelah kemoterapi, Balya diperbolehkan pulang dulu sembari menunggu kemoterapi selanjutnya. Namun, karena trombositnya menurun, Balya masih dirawat. Setiap hari, Balya transfusi trombosit. Hingga hari Selasa, 6 November 2012, hari di mana Balya boleh pulang, dia sudah transfusi trombosit 30 kantung, dan transfusi Hb 2 kantung.

Menurut jadwal, Sabtu, 10 november 2012, Balya akan menjalani kemoterapi tahap 2. Saya sekeluarga berharap, Balya bisa kuat menghadapi seluruh proses pengobatan yang panjang, selama 111 Minggu atau 2 tahun itu. Bismillah, kami anggota keluarganya yang sehat, akan berusaha mencarikan dana untuk biaya pengobatan. Yang terpikir di benak kami saat ini adalah Jamkesmas. Namun sayang, kuota Jamkesmas sudah habis :’(. Saat ini, saya sebagai kakaknya yang tertua, sedang berusaha mencari yayasan peduli kanker anak. Siapa tahu ada yang bisa membantu meringankan biaya pengobatan adik saya tersayang.”

Saya pernah merasakan betapa kami sekeluarga ingin semaput ketar-ketir rasanya ketika orang tersayang dari keluarga kami harus terbaring di tempat tidur rumah sakit. Tidak perlu sampai merasakan seperti itu baru terketuk hatinya.

Mari kita bergandengan tangan satu-lainnya untuk merangkul Mbak thatha dan keluarganya melawan cobaan kali ini. Merangkul adik #Balya untuk melawan sakit dan bertahan untuk sembuh setelah proses kemo.

111 minggu, setara dengan 2 tahun untuk adik #Balya kemo. Kalau teman-teman pernah melihat film yang tenar tahun 2005an berjudul “cahaya” pasti mengerti betapa sakitnya efek dan lelahnya setelah di kemo. Dan adik kita baru berusia 12 tahun. Adik kita membutuhkan kita semua untuk merangkulnya.

Yuk teman-teman Bantu Mbak Thatha dan Adik #Balya untuk sembuh. Untuk teman-teman yang ingin membantunya, solidaritasnya bisa dikirimkan ke Mbak Thatha langsung.

BNI a.n Miftahun dengan nomor rekening : 0132 5193 78

Dan atas seizin Mbak thatha, kalau teman-teman yang ingin membantunya melalui rekening selain BNI bisa dititipkan ke nomor :

BCA a.n Rini Astuti Handayani dengan nomor rekening : 5930 4168 02

Mandiri a.n Rini Astuti Handayani dengan nomor rekening : 118-00-0582723-2

Nanti untuk titipannya akan dibuatkan reportnya setelah donasinya terkumpul akan diberikan kepada Mbak Thatha dan Keluarganya.

Solidaritas kita sangat berarti untuk adik #Balya. Tidak ada hal yang membedakan, karena kita sesama manusia, dan adik Balya, juga merupakan adik kita semua. terima kasih untuk semuanya, dan jangan lupa do’akan adik kita juga, yah. supaya lekas sembuh dan diberi kemudahan untuk menjalankan kemonya. Aminnn.

Seperti kata-kata simbok venus. Berbagi tidak akan membuat kalian rugi.

**untuk update reportnya nanti akan dibuatkan setelah dana terkumpul. akan saya update kembali untuk reportnya yah teman-teman.**

Salam semanis gulali.

Iklan

Pindahan rumah, lagi?

Halo teman-teman, apa kabar?

Semoga baik-baik aja yah. Dan semoga masih semangat kerja karena ini diawal bulan, dan diakhir tahun. Semoga semuanya menjadi berkah. Amin.

Oh ya, saya mau memberi tahu. Sebenernya saya bukan sok artis juga  siy.. yang bentar-bentar klarifikasi tentang ini dan itunya. Tetapi gimana ya, daripada kalian nanti kangen sama aku kan akunya jadi bingung sendiri. Bahahahahahag. *dilempar sendal*

Jadi untuk teman-teman semuanya, jika berkenan mohon singgah dan follow kembali rumah baru saya di sini. Rumah baru yang gak jauh beda dengan rumah sebelumnya.

Kenapa harus pindah? Sejujurnya saya masih bingung buat ngeganti URL dari nama blog saya ini. Bukan karena saya gak suka dengan link blog saya ini. Tetapi saya hanya ingin menghapus jejak dan apapun itu yang berhubungan dengan seseorang.

Mungkin buat sebagian orang yang tahu, kenapa harus menghapus? Karena saya memang tidak menyukainya barang sedikitpun. Well, yang lalu biarlah berlalu. Saya tidak ingin menceritakannya barang sedikitpun juga. Kalo kata artis beneran mah ya. “no comment”. Terus tangannya sambil nutupin muka atau monitor gitu. Sedangkan saya bukan artis jadi saya bilangnya. “wis, wis rasah di gagas wae yoh..”

Kenapa juga nama blog terbarunya exclusive ndue? Sebenernya siyy dari zaman saya masih labil dulu. Alias zaman-zaman saya SMK dulu, saya sudah suka menggunakan nama exclusive untuk nick name saya. Berhubung sayanya galau.. jadi ya gimana ya, baru sekarang dipake lagi. Nah, berhubung juga itu rumah baru, jadi silahkan saja dinikmatin yah rumah nya. Oh yaaa, ditunggu kehadirannya semua ya teman-teman.

sign

 

 

Berhentilah Menyiksaku

Langit seperti bermuram durja, ia melihatkan betapa gelap aura yang dihasilkan pagi ini. Pagi yang mencekam, angin berkejar-kejaran dan menggulung asa hari ini. Inginku, sudahi saja semua yang aku rasakan selama ini. Inginku, berlari dan menemukan diriku tersenyum lepas di luar sana, dan bercengkerama dengan ibu serta beberapa keluargaku.

Aku hanyalah seorang penari. Hanya penari, bukan seorang yang memiliki badan yang menggiurkan. Aku hanya menari melenggak-lenggokan tubuhku ini untuk menghibur beberapa mata yang memandang girang ke tubuh dan wajahku. Aku hanya menari untuk memuaskan majikanku dan dunia luar sana.

Semesta, bolehkah aku mencurahkan isi hatiku? Semesta, masih bisakah aku berkeluh kesah padamu? dan Semesta masih berhakkah aku memohon kebahagiaan padamu?

Jika boleh, aku ingin memulai mencurahkan isi hatiku. Semesta, sungguh pedih rasanya kehidupan yang aku jalani. Aku harus menahan sakit karena cambukan yang senantiasa dilayangkan ke tubuh mungilku ini. Inginku menangis, inginku berteriak, inginku memohon untuk disudahi. Namun apa daya, aku hanya seorang yang lemah tanpa kekuatan dan daya.

Jika aku tidak bisa memahami keinginan majikanku, aku akan disiksa tiada ampun. Tanganku diikat kebelakang, leherku di cekik, dan aku meraung-raung kesakitan. Bukannya melepasku, tetapi majikanku semakin senang melihat eranganku yang kesakitan ini. Majikanku selalu saja berlaku kasar kepadaku. Mereka menyiksaku dengan tujuan agar aku semakin pintar untuk meraup pundi-pundi rupiah yang ada dari setiap mata jalang yang memandangku dengan girang! Sialan, aku seperti barang tidak ada harganya untuk mereka.

Dan apabila dalam sehari aku bisa mendapatkan uang lebih dari biasanya, majikanku tidak pernah memberikanku makanan enak ataupun memanjakanku dengan memandikanku dan mendadaniku supaya lebih cantik lagi. Mereka akan sibuk dengan uang itu entah untuk membeli makanan enak untuknya dan keluarganya ataupun untuk kepuasan mereka sendiri. Mereka memang makhluk Tuhan yang tidak berperasaan. Mereka semua keji.

Semesta, izinkan aku berkeluh kesah padamu. Masih bisakah aku merasakan dunia yang sebagian orang bilang indah ini? Masih bisakah aku memiliki pasangan dan mempunyai keluarga yang membuat hidupku lebih bahagia daripada hari ini? Masih bisakah aku merasakan udara bebas dengan dedaunan hijau disepanjang mataku memandang? Masih bisakah aku memohon untuk tubuhku tidak menjadi bahan disiksa dan menjadi bahan hiburan mata-mata jalang itu? Masih bisakah aku merasakan bahwa dunia ini memang indah?

Semesta, jika saja aku bisa memohon padamu. Jangan kau anggap aku hanya sebagai binatang yang bisa saja dimiliki atau disiksa oleh siapapun. Semesta, samakan aku dengan manusia yang bisa merasakan bagianmu yang indah tanpa siksaan dan cambukan. Semesta, apabila kehidupanku hanya menjadi seorang penari yang penuh cambukan, bisakah aku memohon kau sudahi saja nafas kehidupanku ini? Aku lelah untuk menanggung beban hidup ini. Seakan tidak ada keadilan dari yang kau tawarkan padaku dan beberapa temanku yang lainnya. Dan kehidupan ini memang tidak adil adanya untukku.

Sudah waktunya aku untuk kembali menari, dan merasakan panas serta cambukan untuk hari ini. Seperti angin yang mudah berlalu, seperti itulah curahan hatiku kepada sang Semesta. Ia tetap saja tidak peduli atau menjawab pintaku. Ahh… adakah yang bisa menolongku dan membebaskanku? Masih adakah diantara Makhluk-Makhluk ciptaan Tuhan yang peduli denganku?

Gambar saya ambil dari sini

**Tulisan ini saya buat untuk mengingatkan kembali bahwa satwa bernama monyet, bukanlah benda mati yang gampang saja orang-orang itu mencambuknya dan menjadikan mata pencaharian mereka.

**Sabtu kemarin saya menonton acara Reportase yang menayangkan betapa kejinya para orang-orang itu menghukum serta menyiksa monyet tersebut. Dan entah kenapa saya mendadak meneteskan air mata. Entahlah, saya melihat muka-muka monyet itu mereka seakan memberitahu saya betapa sakitnya dan lelahnya hidup mereka.

**Semoga saja, ada yang tergugah untuk menuliskan atau mengajak siapapun juga untuk memberhentikan penyiksaan satwa ini. Mereka berhak hidup, mereka berhak juga bergelantungan di hutan-hutan. Tolong jangan jual mereka, jangan siksa mereka. Cukupkan saja. 😦

dan saya pernah menuliskan prosa pendek tentang sang penari ini disini

Salam manis,

Seekor Angsa

Mentari siang ini begitu terik,

Ia menawarkan sebuah kisah yang pelik,

Ketika seekor angsa cantik sudah tidak lagi tertarik,

Ia merasa terkhianati, dan sakit seperti dicekik.

 

Angsa cantik itu sungguh picik,

Dia menjelma seekor angsa yang berkarismatik,

Geyal-geyol langkahnya sungguh menarik,

Hingga semua angsa pria pun tertarik.

 

Pada akhirnya angsa cantik itu terpekik,

Ketika masih banyak angsa-angsa cantik yang lebih berkarakteristik,

Anggun, menawan, unik dan berbulu lentik,

Seekor angsa itu kemudian terkucilkan karena sikapnya yang licik.

Salam manis,

**Gambarnya saya ambil dari sini

Tidak Ada Alasan Untuk Tidak Menulis

Halo teman-teman apa kabar? Terima kasih untuk beberapa teman yang masih setia menengok dari rumah ini, yang dari beberapa hari lalu belum diupdate lagi. Masih dengan alasan yang cukup elite yaitu saya sibuk. *dilemparin sandal*

Dalam beberapa hari ini saya masih suka kepikiran untuk menuliskan beberapa bait puisi sebenarnya untuk membuat rumah ini tetap terisi. Tetapi karena alasan diatas tadi, maka saya tidak pernah menulis satu artikel pun dari beberapa hari yang lalu.

Padahal yah, tidak ada alasan lho untuk tidak menulis. Mau alasan se-elite sampai se-klise apapun menulis itu adalah mencurahkan. Apapun itu, bisa saja cerpen, tulisan-tulisan curhatan abal-abal yang terjadi setiap harinya. Seperti saya sering menuliskan curhatan abal-abalnya saya setiap hari.

Baru begini saja rumah saya udah nganggur. Bagaimana kalau musim SPT Tahunan nanti yah. Kemarin entah kenapa mata saya terpana ketika melihat sesuatu yang merah, berambut, dan segar. Saya ingin sekali mendekati dan membelinya beberapa ikat saja. Sesuatu itu bernama Rambutan. Ketika saya membelinya, saya teringat hal yang kemudian membuat saya tidak nafsu untuk melumatnya kembali.

Ahh ya, musim rambutan juga petanda musim SPT Tahunan. Saya bisa di kantor dari pagi sampai jam 12 malam. Bahkan bisa menginap dikantor untuk mengerjakan tugas tahunan dan menyelamatkan pelaporan dari SPT Tahunan agar tidak terlambat.

Saya dan beberapa teman saya di kantor sudah menjadi hal yang lumrah kalau dari bulan Januari – April, kami di kantor dari jam makan pagi, siang, sore, sampai malam. Dan untuk pulang jam sore hari itu adalah hal yang tidak mungkin.

Jika dalam saat-saat ini saja saya udah males menulis, gimana pas ketika SPT Tahunan nanti? Semua alasan adalah benar, tetapi hanya orang bodoh yang selalu membenarkan alasan. Seperti itulah kata mama saya ketika dia sedang menasihati anaknya yang selalu saja alasan kalau di minta untuk belajar saat-saat ini.

Iya, ada benarnya juga kok. Saya tidak mau diperbodoh sama alasan. Abis ini tidak mau malas lagi. *Tabok pipi saya sendiri kalau saya mulai malas kembali.*  =))

Salam manis,

 

Update #Balya – 20 Nopember 2012

Selamat siang kakak-kakak sekalian. Sudah makan siangnya, kan?

Kakak, entah kenapa dari semenjak posting tulisan solidaritas untuk balya dari hari jum’at kemarin rasanya hati saya gak karuan terharunya, ketika satu persatu dari kakak-kakak sekalian membantu do’a dan menyebarkan informasi tentang adik kita #Balya.

Dan dari beberapa hari yang lalu saya menghubungi kembali mbak thatha untuk kabar dari #Balya setiap harinya. Besok #Balya insya allah akan menjalani kemo ke semarang. Semoga saja adik kita masih bisa bertahan pasca proses kemo.

#Balya biasanya kalau setelah di kemo butuh transfusi darah. Seperti kemarin saya ada sms dengan mbak thatha untuk mengetahui gimana keadaan setelah di kemo. Apakah merasakan sakit, atau rambutnya mulai rontok.

Dan ini balasan dari mbak thatha :

Dari beberapa mention, komentar yang masuk di socmed itu membuat saya merinding luar biasa. Kepingin nangis haru, dan mungkin mbak thatha juga merasakan seperti itu. Betapa orang-orang yang hanya kenal melalui dunia maya bernama socmed bisa saling menguatkan, mendo’akan, dan memberikan dukungan kepada #Balya, dan keluarga mbak thatha.

Untuk dana yang masuk sudah beberapa Alhamdulillah, dan besok rencananya saya ingin menyerahkan langsung untuk mbak thatha setelah tadi saya bicarakan ke mbak thatha. Dan semoga membantu untuk biaya kemo adik #Balya besok. Berhubung BCA offline, jadi baru bisa besok saya cek kembali.

**edit : Dan ini report sementara untuk penerimaan dana dari tanggal 16 – 20 Nopember jam 12.00.

Mandiri                    Rp. 600.000,-

BCA                            Rp. 100.000,-

Total                          Rp. 700.000,-

Untuk besok, apabila memang masih ada uang masuk ke rekening titipan dari mbak thatha, saya akan memberikan sesuai dana yang terkumpul. Untuk besok siang jam 12.00an saya akan setoran untuk mbak thatha ke bank BNI beliau. Dan bukti transfernya akan saya lampirkan besok yah, karena jam 15.00 bank kan sudah tutup, saya tidak keburu untuk siang ini.

Tadi, kepikiran buat telp mbak thatha menanyakan hal ini dan hal lainnya. Dan mbak thatha bilang lagi di kost sama adik #Balya. Beliau memberikan telephonenya untuk saya berbicara dengan #Balya. Tidak lama, karena saya dengan lebaynya udah mendadak trenyuh dan mberebes mili. Dan ini percakapan saya dengan #Balya.

“Adik ngerasain sakit gak sekarang?..”

“Enggak, Mbak.”

“Rambutnya udah mulai rontok, Dik?”

“Belum kok, Mbak.”

“Sudah makan belum, Dik?, jangan sampai telat makan yah.”

“Enggak mbak, aku udah makan tadi. Malahan udah makan tiga kali lho mbak. ini aku mau makan lagi yang keempat.” Ini yang membuat saya tertawa, polosnya dia menjawab jujur pertanyaan saya.

“Hahahaha, nanti adik minta suapin mbak thatha aja yah..”

“Iya dong, Mbak.”

“Dik, udahan dulu yah. Titip salam buat mbak dan keluarga yah. Yang kuat yah dek proses kemo besok.”

“Iya kak, insya allah, Mbak. terima kasih mbak”

“Sama-sama, Assalamualaikum.”

“Walaikumsalam.”

Saya elus-elus dada saya. *sigh* seperti apa yang saya pernah dengar dari beberapa artikel dan sinetron. Allah tidak akan pernah memberikan cobaan kepada seseorang di luar batas kemampuan seseorang tersebut. Dan Allah juga tidak pernah salah kirim cobaan ke seseorang, semua sudah dituliskan oleh-Nya. – kalimat ini saya peroleh dari sahabat saya, putri.

Mohon do’a untuk adik #Balya untuk proses kemo besok. Dan itu kemo kali ke-tiga. Semangat adiiikkkk!! Jangan menyerah yaah. Kapan-kapan kita telpnan lagi yah, Balya. 😉

Dan hari ini saya sudah menyerahkan uang sebesar dana terkumpul sebanyak Rp. 700.000,-  kepada Mbak Thatha. Dan total uang yang dititipkan di rekening titipan Rp. 0,-

Terima kasih untuk kakak-kakak donatur yang telah memberikan kepercayaan dan dukungan kepada #Balya. Untuk selanjutnya apabila ingin membantu masih bisa. karena #Balya masih membutuhkan bantuan panjang. 108 minggu lagi. Semoga Allah membalas setiap kebaikan dari kakak-kakak semuanya yah. 😉

Salam semanis gulali.

Findzha’s Gallery : Hunting day-1 TMII

 

**Foto pertama diambil didepan pintu dari persinggahan kami di rumah adat bali. foto menjelang senja kala itu, 28-Oktober 2012.

**Foto kedua diambil didepan pintu dari persinggahan kami di rumah adat bali. foto menjelang senja kala itu, 28-Oktober 2012.
Percobaan foto pertama untuk portofolio gallerynya si abang. Gambar ini diambil menggunakan kamera yang dipasang seadanya. Tidak ada bantuan dari siapapun dan apapun. Dan beginilah hasil dari foto-foto yang ada.

Salam semanis Gulali

Percantik Blog, Perlu Ya?

Menurut saya mempercantik tampilan blog itu sesuatu yang perlu. Bahkan itu suatu keharusan buat saya. Karena apa? Sebagian banyak dari kita masih berprinsip pada Jugde Something From The Cover, Rite? Eh ini saya belagaan make bahasa inggris, padahal saya pas-pasan dan katrok lho kalo berbahasa inggris. 😦

Jadi kalo kebanyakan teman-teman yang sering lihat dan mampir ke blog saya, pasti ngelihatnya bolak-balik ganti tampilan. Bukan karena saya orang yang ndak konsekuen, bukan. Tetapi saya ingin menghilangkan rasa jenuh karena rumah saya ndak diganti dengan warna baru atau dipercantik lagi.

Apa sih tujuannya blog cantik? Oh, jelas. Itu akan menarik perhatian untuk sesama teman yang sering berkunjung, atau pengunjung baru. Saya ndak pernah ngerasa isi tulisan saya harus jelas dan bermakna. Sejujurnya isi dari tulisan-tulisan saya adalah curhatan abal-abalnya saya setiap hari. Ndak banyak prosa, ndak banyak barisan puisi, ndak banyak cerita fiksi, ndak banyak juga untuk review film. Makanya saya mempercantik dengan tampilannya. *sedikit narsis memang*

Nah, jadi beberapa waktu yang lalu saya mendekor ulang untuk tampilan blog ini. Kebetulan juga dibantu sama si abang yang dengan sabarnya dan mau direcokin untuk membuat Header dari blognya nona gulali alias rumah saya. Dan darinya saya dibuatkan 2 gambar yang menurut saya semuanya cantik.

Sebenarnya saya sendiri kemarin iseng membuat Header dengan mengotak-atik aplikasi dari Photosop ketika saya minta nilai dari abang dia malah senyum dan bilang itu warnanya gak karuan nyampurnya. *sigh* padahal menurut saya dan saudara saya itu keren banget. Dan beginilah penampakannya :

Setelah bertahan beberapa hari menjadi Header di blog saya, akhirnya kemarin dengan rasa penuh haru Header tersebut telah tergantikan dengan yang baru. *ini lebaii ini lebaiii* =)) dan akhirnya saya pakai dari yang buatan si abang yang ini :

Kenapa saya milih yang ini? Jawabannya simple saja.

  • Black and White sama seperti dua sisi kehidupan. Hanya ada hitam kelam dan putih cahaya. Tidak ada warna abu-abu atau kemunafikan didalamnya.
  • Muka saya bulat disini, saya tidak akan menipu lagi kalau saya sebenarnya gembul. Ndak seksiy, ndak kurus. Dan saya bulat seperti bola.
  • Tulisan dibelakang Ndue’s Story itu merupakan gambaran kehidupan saya. Ya kerja, ya film, ya ketawa, ya sedih, ya menangis, findzha, dan ya cinta.

Dan akhirnya ada satu Header yang tidak saya pakai. Sayang sebenarnya karena si abang membuatnya menggunakan salah satu foto tercantik saya. Dan perpaduan warna yang saya sukai yaitu hijau. Biasanya hijau dilambangkan untuk uang. Ya saya suka dengan uang, cinta uang makanya saya juga menyukai warna yang identik dengan uang. *hahahaha ketawa bergaya ala pahlawan bertopeng*

Dan ini gambar yang tidak saya pakai :

Dan seperti inilah tampilan blog saya untuk beberapa waktu kedepan. Oh ya, buat teman-teman yang males dan tampil apa adanya, coba aja di dekor kembali blognya. Gratisan lho. Daripada dekor rumah beneran yang beli semen satu sak aja mahal gak karuan, mendingan dekor rumah blog kita supaya lebih cantik.

Silahkan dicoba untuk mempercantik blognya, Ya. Walaupun isi dari blog kita ndak bagus, yang penting tampilannya bagus dan narsis. *eh ini aliran sesat*. =))

Salam semanis gulali. 😉

A Love Letter

Mendengarkan kata surat cinta langsung terlintas dalam pikiran saya bahwa saya pernah mempunyai beberapa kenangan manis dengan hal yang berhubungan menggunakan beberapa lembar kertas yang ditulis secara bahagia kemudian di bungkus dengan sebuah amplop manis, dan siap dikirimkan kepada seseorang untuk dibaca.

Surat cinta, sama halnya dengan kehidupan manusia. Baris halaman kosong itu akan terisi dengan tinta yang kita perbuat selama kita hidup di dunia ini. Apabila sudah penuh, maka akan diakhiri dengan di balutnya menggunakan amplop dan kemudian dikirim kepada seseorang disana. Sang pemilik kehidupan yang kekal. Apakah amplop tersebut akan menjadi manis, atau amplop tersebut hanya berupa hambar.

Pernah menuliskan surat cinta? Tidak dalam bentuk elektronik, tetapi masih alami menggunakan pena dan disitu akan tercetak tulisan tangan kita seperti apa. Apakah tulisan kita rapih dan bisa dibaca atau tidak, atau mungkin dari tulisan tangan seseorang tersebut bisa digambarkan seperti apa ciri-ciri dari orang tersebut.

Saya sendiri sering menulis surat cinta disaat jarak memisahkan saya dengan orang yang menjadi separuh hidup saya. Mama dan Bapak saya ada di Jakarta, dan saya berada di Klaten. Betapa riangnya hati saya ketika ada surat yang singgah di alamat rumah saya di Klaten. Saya membukanya penuh rasa deg-degan, dan bisa-bisa saya menangis. Karena dahulu berkomunikasi dengan mereka menggunakan telephone adalah hal yang sulit dilakukan.

Salah satu cara mengirim dan menerima kabar adalah dari surat cinta tersebut. Walaupun isinya hanya sekedar ucapan ulang tahun dari Mama dan Bapak saya, ataupun ucapan atas kelulusan saya menuntut ilmu di Klaten.

Selain dengan Mama dan Bapak, saya juga sering menuliskan surat cinta ke teman-teman saya yang ada di Klaten tetapi beda sekolah. Saya senang menuliskan surat-surat yang kemudian dikirimkan ke mereka. Saling bercerita tentang sekolah masing-masing, kegiatan, prestasi, dan yang paling menyenangkan adalah ketika ada acara bareng yang kemudian ketemuan semuanya. Kalau bahasa sekarang disebutnya : Kopdar.

Setiap saya mendapatkan kiriman uang dari Mama dan Bapak di Jakarta, saya selalu menyempatkan diri untuk mampir ke toko stationary yang ada di Klaten untuk membeli beberapa lembar kertas surat cinta beserta amplopnya. Saya rela menyisihkan beberapa uang jajan saya untuk membelinya. Karena menurut saya beberapa surat cinta yang ada bisa menjadi kenang-kenangan suatu saat nanti saya membuka box dari surat-surat tersebut. Dan saya suka dengan kegiatan seperti ini.

Baca lebih lanjut

Review Abal-abal : Skyfall

Kali ini saya berhasil mengencani salah satu hobby saya yaitu menonton. Dan, saya akhirnya menggunakan fasilitas M-Tix untuk menjalankan rencana saya untuk kencan tadi malam.

Skyfall akhirnya yang saya pilih. Tadinya saya ragu untuk memilih menonton film ini karena ini salah satu film aksi, dan saya kurang suka dengan film berjenis ini. Gak tega kalo pemeran tampannya digebukin. *haduh lost focus* saya lebih memilih menonton animasi dan itu 3D dibandingkan menonton film sejenis aksi seperti ini. Sebut saja The Dark Knight Rises, gak tega banget ngelihat adegan dimana Bruce di siksa sama Bane. Nah, makanya saya mendingan memilih menonton animasi yang lucu-lucu itu dibandingkan film berdarah-darah. *eh ini pembukannya jadi curhat*

Saya memilih Puri XXI yang memutarkan 5 studio dengan film yang sama, yaitu skyfall. Dan rupanya sekarang Puri berbeda jauh dengan dahulu. Sekarang Puri 2 kali lipat harganya dibandingkan beberapa waktu yang lalu. Tetapi tidak juga surut pengunjungnya. Dan memang salah satu terdekat dari rumah saya dan abang adalah Puri Indah Mall.

Tanpa harus mengantre saya langsung menuju penukaran M-Tix, awalnya saya takut tidak bisa bertransaksi dengan M-Tix. Karena untuk Login dan Top-Up menggunakan nomor handphone yang lama. dan itu sudah saya hilangkan kemana tau. 😐 ternyata masih bisa menggunakan E-Mail untuk pengiriman kode penukarannya. Ahh, sekali transaksi langsung nyusut saldo M-Tix saya. Dan itu membuat saya semakin miris karena mempunyai hobby menonton. =))

50 Tahun sudah James Bond melegenda. Dan masih saja tetap keren.

“My name is Bond. James Bond”

Ciri khas dari film ini adalah gaya bahasa perkenalan si agen rahasia ini dengan beberapa wanita Bond-Girlnya. Kali ini pemeran utama Bond masih Daniel Craig. Menurut saya sebelumnya, kurang mewakili untuk memerankan Bond yang perkasa, playboy,kuat, dan gagah. Tetapi setelah saya menonton skyfall semua terpatahkan. Ya. Craig tampil begitu memukau, cemerlang, jenius, kelam, dan gagah.

Seorang agen yang menggunakan jas dan pakaian rapih untuk memulai aksinya. Memata-matai. Adegan pertama dimulai dengan aksi kejar-kejaran yang cukup membuat saya betah untuk menyaksikan adegan tersebut tanpa berkedip. Aksi kejar-kejaran yang menyenangkan menurut saya. Dan, setelah itu ditutup dengan aksi penembakan Agen Eve yang salah sasaran sehingga Bond dikabarkan meninggal.

Bukan menjadi cerita skyfall kalau pemeran utamanya sudah meninggal. Setelah berita kematian Bond tersebar diseluruh Inggris, maka markas M menjadi sasaran untuk dihancurkan. Setelah komputer milik M berhasil di hack, dan membuat M menjadi geram karena beberapa Agen miliknya telah dibunuh.

M akan dipensiunkan (dipecat) oleh Pemimpin yang baru Mallory. Tetapi M masih ingin membuktikan bahwa menciptakan Agen-Agen rahasia seperti Bond itu bukan kesalahan dan bukan kegiatan yang sia-sia. Dan jadilah M beradu debat dengan petinggi-petinggi yang ada di Inggris.

Ide ceritanya bergulir dengan menyenangkan. Tidak menimbulkan rasa bosan ataupun kantuk. Hanya saja, porsi pemain untuk Sévérine yang diperankan oleh Bérénice Marlohe hanya sebagai pemanis saja. Karena tidak berarti banyak untuk film ini.

Menurut saya, bagian paling bagus adalah ketika berada di Shanghai dan Maccau. Keren dengan adanya pemandangan yang tidak kalah kerennya dengan New York. Dan yang pasti ada salah satu hewan kebanggaan kita yang ikut eksis difilm ini. Apalagi kalau bukan: Komodo. 😉

Aksi yang disuguhkan juga menyenangkan, jedar-jeder yang cukup tidak berlebihan dan tidak memaksakan. Dialog-dialog yang ringan tetapi juga terkadang mengundang tawa.

Kemistri yang keren ditampilkan oleh Agen Q yang diperankan oleh Ben Whishaw dan memukau. Saya mulai ngefans dengan Ben karena dia tampil dengan sosok yang jenius dalam film Bond ini. Dia yang membuat film ini semakin hidup. Sang sutradara Sam Mendes mengemasnya secara apik.

Well, saya berterima kasih kepada Mendes untuk film Bond terbaik yang pernah ada selama 50 tahun ini. Mendes menampilkannya secara apik dan menjanjikan. Tidak sia-sia saya membeli tiket dan menontonnya selama durasi film 145 menit.

Ingin merasakan serunya film Bond? Silahkan berkunjung ke bioskop terdekat ya. 😉

**Ikutan narsis 😀 :D**