bicara nasib.

Beberapa hari yang lalu tetangga saya berkunjung kerumah saya. tepatnya hari minggu, 07 agustus 2011 tepat jam 15.00 wib.

Seorang wanita paruh baya, berjalanpun sudah mulai susah. dan keluarga saya biasa memanggilnya “Mpok Inem”. katanya dia dulu yang suka merawat saya ketika saya masih balita. dan Mpok Inem ini juga yang menjadi teman bapak saya ketika therapy untuk penyembuhan penyakit mereka. bapak saya jantung, dan kemungkinan Mpok Inem stroke.

Tidak hanya saya dan keluarga saya saja yang merasa kehilangan akan kepergian bapak saya pun begitu dengan Mpok Inem. dia selalu berujar kalau lewat di depan rumah saya masih merasakan bapak saya duduk diteras. sambil memandangi sang Surya yang menampakan cahaya keindahannya dipagi dan sore hari. dan tak kuasa juga dia menghalangi setiap air yang menetes dari matanya jika sudah terkenang dengan sosok bapak saya. ahh, Mpok Inem 😦

Jangan sedih yah neng, emang udah nasib kamu sama ibumu buat nerima segala yang menjadi Kehendak Tuhan. saya tau bagaimana kalian sudah berusaha untuk dia ada disini. sudah nasibmu juga menjadi seorang anak yatim dan ibumu menjadi janda. sabar dan ikhlas yah neng…

Ujarnya sewaktu sore. saya baru tersadar ada satu ucapan yang selama ini belom saya sadarin. saya anak yatim? apakah nasib saya menyedihkan? sabar dan ikhlas hanya itu sajakah?

***

Saya masih bingung untuk memecahkan 3 pertanyaan dari ungkapan nasib yang dilontarkan oleh Mpok Inem tersebut. malamnya saya pergi berdua dengan kekasih saya. berbuka puasa bersama dengannya. di sebuah pusat perbelanjaan yang saya anggap lumayan bagus.

Entah suatu kebetulan atau tidak, saya dipertemukan dengan seorang penjual kerupuk bangka. Dia-yang-saya-tidak-tahu-namanya, ternyata tidak memiliki penglihatan yang Tuhan karuniakan kepada saya secara utuh dan gratis. berpaprasan dengannya membuat saya trenyuh sekaligus merasa tertampar oleh orang yang berlalu lalang disebelah saya. akhirnya saya berputar dan mengajak kekasih saya yang tidak mengetahui kekurangan dari bapak tersebut.

Dia memang tuna netra, dia mungkin nasibnya tak seberuntung saya yang masih mempunyai penglihatan yang normal, dan dia mungkin mempunyai kesabaran & keikhlasan yang lebih dibandingkan dengan saya. dan saya juga belum tau apakah dia anak yatim atau sudah berkeluarga atau belum. yang saya cermati hanya senyum yang selalu terlontar diwajahnya, semangat yang berkobar didalam dirinya. sambil meraba sambil melayani saya selaku pembelinya.

Saya : “berapa pak semuanya?”

Dia : “dua belas ribu rupiah saja neng”

saya ulurkan uang lima belas ribu. maksut saya kembalian yang tidak seberapa saya akan berikan kepada bapak tersebut untuk menambah penghasilannya hari ini.

saya : “kembaliannya buat bapak saja ya..”

Dia : “gak usah neng, kalau mau silahkan beli saja. karena bapak berjualan bukan mengemis uang neng..”

Tamparan keras rasanya saya rasakan antara hati, dan kepala saya. dia dengan kekurangannya bisa berjuang dan bangkit untuk melawan nasibnya yang tidak sebagus orang – orang lainnya. sedangkan saya? masih terkadang menggerutu kapan bapak saya bisa ada lagi. dan saya bukan kekurangan tapi saya kehilangan! saya masih bisa melakukan aktifitas ini dengan normal tanpa ada kekurangan apapun masih belum sabar & ikhlas menerima nasib ini. Ya Tuhan, Mohon ampun..

Seperti hafalan yang saya pernah belajar sewaktu saya es-em-pe dahulu. bahwa “Allah tidak akan merubah nasib suatu kaum, kecuali jika kaum itu mau berusaha untuk mengubahnya”

yah, mari jangan bersungut – sungut lagi dengan apa nasib yang menimpa saya, kamu, kalian, mereka, dan semuanya. berusaha bersyukur akan apapun itu. suatu Kehendak-Nya karena semua ada Hikmah, dan Kado Indah bagi mereka yang mensyukurinya.

With Love,

ndue findzha.
a.k.a Rini Astuti Handayani.

note : gambar dicomot dimari

2 thoughts on “bicara nasib.

    • ah kamu my dear.

      saya jadi terharu kamu mampi kesini 😦

      terima kasih ya. mari kita jangan menyalahkan nasib lagi. kita rubah yang ada didepan kita. semangat!

      dan pastinya selalu bersyukur yah vi :*

Tinggalkan Balasan ke evi Batalkan balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: