Kenapa harus ada perbedaan?

Dia kaya, Dia Sederhana, dan Dia Miskin.

Saya suka heran kalau masih saja ada orang – orang primitif yang masih memandang taraf hidup seorang manusia, sebuah keluarga, atau sekelompok orang. bukankah semua akan sama dimana Tuhan?

Dahulu, ketika saya masih sekolah menengah saya selalu merasakan iri. jujur saya iri kepada teman – teman saya yang mempunyai keluarga yang kaya. bukan hanya mampu, tapi lebih dari kata mampu. saya malah sempat berfikir untuk menarik diri dari pertemanan kami. entah saya yang minder, atau teman saya yang selalu merasa kaya.

Saya ingat suatu malam saya bertanya kepada mama saya, dan ini masih ketika saya sekolah.

Ma, kenapa ya harus ada perbedaan taraf hidup antara kita dengan yang lainnya? kayaknya enak ya, kalau kita semua jadi orang kaya. ndak perlu susah – susah kerja. kan semua udah punya uang berlimpah.

Mama saya hanya tersenyum dan menjawab :

Kalau semua orang menjadi kaya ataupun miskin mereka tidak akan pernah merasakan cobaan dan rasa syukur dari Tuhan. kamu harusnya bersyukur karena kita ditakdirkan menjadi keluarga yang sederhana adanya, karena dengan cara seperti ini Tuhan sedang menguji kita di dunia ini untuk seberapa kita berusaha untuk mencari rejeki buat membeli makanan besok, dan seberapa bersyukurnya kita karena dengan keadaan yang seperti ini kita masih bisa makan bersama – sama, bersyukur akan kesehatan dan kebahagiaan yang ada. karena orang – orang yang merasa dirinya kaya belum tentu bisa bersyukur dan berusaha seperti kita. Dan jangan salah, ketika seseorang menjadi kaya pun tak luput dari cobaan Tuhan. Mereka masih bisa tidak bersyukur atas harta yang berlimpah atau bahkan bisa saja dicoba dengan keluarga mereka yang jarang berkumpul karena sibuk mengurusi bisnis dan rupiah yang bergulir setiap menitnya. kamu mau seperti itu?

Dengan wajah sumringah saya langsung merasakan angin kesejukan yang dihembuskan oleh jawaban mama saya kedalam tubuh saya ini. ahh, mama saya memang seorang ibu yang hebat. dengan jawaban yang seperti itu ingin sekali saya bersyukur setiap detiknya atas keadaan ini.

Dari waktu malam itu, saya selalu memahami akan keadaan dan taraf perbedaan yang kadang beneran ingin membuat saya nyinyir kalo ada orang – orang yang suka mengejek saya ataupun teman kami yang lainnya. maaf teman, tapi apa yang kamu punya itu adalah titipan. sadarkah kalian?

Saya berharap, untuk siapapun jangan lagi memandang kaya atau miskinnya untuk berteman, berpacaran, berkeluarga maupun hubungan horizontal lainnya. Janji ya?

note : gambar dicomot dimari

With Love,

ndue findza,
a.k.a Rini Astuti Handayani

Iklan

2 thoughts on “Kenapa harus ada perbedaan?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: