Cinta yang abu-abu

Dia mampu membuatku nyaman berada di sampingnya.

Entah apa yang kurasakan ketika akhirnya aku memutuskan untuk terjebak dalam situasi dan hubungan seperti ini. aku hanya takut untuk memulai hubungan seperti yang dahulu. rasa sakit akan dikhianati, ataupun rasa sesak akan kebohongan-kebohongan yang terus saja dilakukan oleh para pria tersebut.

Semula aku merasakan hal-hal yang tidak dapat ku terima oleh logika. apalah arti logika kalau saja setiap sentuhan darinya membuat tubuhku ini menginginkan yang lebih. aku mencintai orang yang kini ada di hadapanku menikmati setiap jengkal dari tubuhku dengan mesranya.

Aku tidak menyangka bahwa seseorang yang menurutku sempurna baik dari laku maupun sifat ternyata mempunyai sisi kelam dalam hidupnya. siapapun ketika memandangnya untuk pertama kali pastilah akan langsung jatuh hati kepadanya. tetapi, itu saja tidak cukup dia tidak akan memperoleh kepuasan dan kenyamanan dari lawan jenisnya.

“Jenis kelamin nomor dua, sayang. yang penting kasih sayang dan kesetiaan. dan denganmulah aku merasakan kasih sayang dan kesetiaan yang berlebih..”

Kalimat yang selalu saja membuatku merinding dibuatnya. dia selalu melontarkan kalimat itu ketika raguku terbaca olehnya. aku ragu akan hubungan yang tidak lagi benar baik dari segi sosial maupun agama. aku ragu kalau nantinya aku tidak bisa melepaskan setiap kenangan indah yang telah kami lewati bersama. dan aku ragu kalau saatnya nanti dia akan mengkhianatiku dan meninggalkanku untuk mengembalikan sisi kewanitaannya yang mencintai lelaki normal.

“Aku sudah menyayangimu dari dahulu, tetapi kamu tidak pernah merasakannya, kan? kamu menjadi imajinasiku untuk bercinta dan bercumbu mesra denganmu.”

Sontak aku kaget ketika dia menyatakan hasrat terpendamnya kepadaku. dia yang sudah kuanggap sebagai sahabat baikku ternyata mencintaku secara diam-diam. tidak bisa kubayangkan apa rasanya menjadi dia ketika aku berjalan menggandeng mesra dan berpelukan dengan lelakiku dulu ketika kami sedang bercengkerama bersama. yang aku tahu, ketika aku memutuskan untuk berpisah dengan kekasihku yang terakhir, dia menemukan kehampaan dan rasa nyaman yang aku butuhkan. tentunya tanpa risih dipandang oleh orang-orang disekitarku. karena lelakiku sangat tampan, dan aku hanyalah berwajah pas-pasan.

“Aku janji, aku akan menjagamu selalu, menggandeng kedua tanganmu disaat kamu membutuhkan kekuatan. aku akan mendampingimu selalu, mengusap kedua matamu ketika kamu menangis. dan aku akan membuatmu bahagia, karena aku tidak mau senyum manis dari perpaduan bibirmu menghilang karena sedihmu.”

Hatiku luluh karena tutur yang dia haturkan penuh dengan rasa yakin. dia berhasil meyakinkanku untuk menerima dia menjadi pendampingku. yah, setidaknya dia benar bahwa setelah ini ketika kami bergandengan tangan didepan orang banyak pun tidak akan menimbulkan pandangan-pandangan penuh risih yang di lontarkan kekami. ahh, setidaknya ketika kami berdua dikamarpun tidak akan ada rasa curiga untuk kedua orangtuaku. Iblis sukses membisikkan kata rayu penuh hasrat ketelingaku.

Aku menerima dia dengan segala kasih dan sayang yang terbalas dengan berlebih.

Aku merindukannya dengan rasa manja yang menggelanyut di relung hati.

Aku mencintainya dengan pasti setiap detik yang berlalu.

 

“Aku ingin menciummu, kamu mau?” Tanyanya penuh dengan rasa sayang.

“Silahkan kalau kamu menginginkannya..” Jawabku.

“Kamu sepertinya terlihat ragu untuk melakukannya denganku. kalau kamu belum siap, aku akan bersabar untukmu..”

dia membaca tatapan mataku yang ragu untuk melakukan hal yang pertama kalinya aku ciuman dengan sesama jenis denganku.

“Silahkan saja, ketika aku ragu, yakinkan aku bahwa denganmulah aku merasakan nyaman dan hilang akan raguku.”

Dia mendekatkan bibirnya ke bibirku. ada deru nafas hangat yang kemudian aku rasakan jaraknya tidak lebih dari 5cm dari wajahku. kemudian dia menempelkan bibirnya tepat diatas katupan bibirku. rasa hangat menjalar ditubuhku dalam hitungan detik. aku dibuatnya mabuk kepayang dengan sikap lembutnya. dan dia mulai membuka bibirnya untuk kemudian memagut bibirku utuh. tidak pernah terbayangkan olehku bahwa memiliki kekasih yang sesama jenis denganku adalah hal terindah sekaligus ternikmat disepanjang umurku. Ahh, rasanya setiap kali cumbu yang dia berikan penuh dengan kehangatan dan rasa candu yang selalu ingin terlampiaskan untuk merasakan setiap sentuhan bibir juga lidah darinya.

Aku pasti sudah gila! aku pasti sudah tidak waras! aku di cumbu mesra orang yang selama ini aku anggap sebagai sahabatku sendiri. aku malah menikmatinya dengan pasrah. aku dibuatnya terbang hingga ke batas langit kenikmatan. aku benar-benar sudah kehilangan kontrol akan diriku. aku sungguh tidak berdaya dibuatnya.

Dia benar-benar mengerti bagaimana memanjakanku. hanya dengan ciuman saja dia sukses menghempaskanku untuk merasakan nikmat dari sentuhan bibirnya. dan terselip dalam pikirku, jika dengan sesama wanita saja dia selihai ini bagaimana dia dengan para lelakinya dahulu. ahh! persetan dengan dia dan lelakinya dulu. yang jelas didepanku, tepat disaat mataku terbuka ada seorang wanita cantik dengan postur tubuh menggiurkan sedang menggarapku dengan mesranya. dia sedang menikmati cumbuanku dan permainan lidahku, dan dengan nafas yang sudah tidak beraturan lagi.

Jari jemarinya sudah hafal untuk menyentuh bagian-bagian sensitif dari tubuhku. kali ini jari-jari lentiknya membuka kancing kemeja yang aku kenakan untuk dilepaskannya. aku sudah benar-benar kesetanan untuk menanti apa yang akan dia lakukan setelah ini. dan benar saja, ketika kancing bagian atasku terbuka dia menyelinapkan jarinya untuk meraba kedua aset pentingku, payudaraku. disentuhnya dengan lembut dan diusapnya dengan halus.

“Ahh.. Nad..” desahku tertahan bibirnya.

“Gakpapa, Al. Nikmatin aja. aku mau kamu bisa merasakan rasa nikmat yang aku berikan melebihi lelakimu dulu.”

Aku mengangguk pasrah, dan kubiarkan Nadya menyelesaikan tugasnya untuk memanjakanku hari ini. benar saja, kemejaku sudah tersingkap. dan terpampang kedua payudaraku yang kali ini aku tutupi menggunakan bra berwarna cerah. dia memandang bagian itu dengan takjub.

“Al, indah banget.. aku aja yang sesamamu langsung suka, gimana dengan lelakimu dulu?”

“Terima kasih, Nad. yang pasti mereka tidak mau melepaskan payudaraku ini ketika memanjakanku, mereka mencintai payudaraku dibandingkan dengan empunya. karena mereka selalu mendapatkan apa yang mereka pikirkan ketika mau beronani.”

“Jangan gitu, Al. ada aku yang mencintaimu tanpa harus mencintai payudaramu. karena aku mencintaimu dengan kasih bukan nafsu.”

Belum sempat aku menjawab, Nadya sudah berani memutar dan memilin payudaraku, ahh.. seperti inilah kenikmatan yang semesta hadirkan untuk kami berdua hari ini. dan aku tidak bisa menahan semua gejolak yang ada didalam diriku. aku mendapatkan Orgasmeku yang pertama hanya dengan permainan lidah dan jarinya yang bermain-main dengan nakalnya di kedua payudaraku. Aku mulai merasakan cinta kepadanya.

Ada jeda untuk mengatur nafasku dan mengembalikan pikiranku menjadi normal lagi. belum sempat aku berpikir dengan normal Nadya mulai merabaku kembali. kali ini dia memberanikan jarinya meraba dan lidahnya menyapu bagian bawah payudaraku, perutku, hingga daerah yang menurutku sangat sensitif. dan benar saja, pertahanan terakhirku akhirnya jebol juga. dia membuka kain terakhir yang menempel di tubuhku ini. Iblis sepertinya tertawa penuh rona kesetanannya melihat ada seorang wanita yang melakukan hal kurang ajar dihadapannya. satu sentuhan saja dari Nadya, membuat nafasku semakin tidak beraturan dan gejolak dalam diriku membuncah keluar. Puncak kenikmatan yang kedua kurasakan hanya dalam waktu kurang dari 1 jam bersama Nadya di ranjang berdua.

“Thanks, Nad..”

“Buat apa, Al?”

“Untuk semuanya hari ini. Untuk kegilaan hari ini yang kita lakuin bersama.”

“Semua buat kamu, Al. Karena itu bukti cinta dan kasihku padamu.”

I love you, Nad” Aku pasti sudah gila mengatakan hal ini kepadanya.

Ah.. finally. you said it to me. i love you too, Al..

Sebuah kecupan mesra dilayangkan tepat di keningku, dan sebagai penutup hari ini. aku dicumbunya dengan mesra.

Hal seperti itu terulang lagi untuk keesokan harinya, dan untuk beberapa waktu dalam seminggu. Aku semakin mencinta Nadya, begitupun sebaliknya. Nadya mengajariku bagaimana memanjakan dirinya tanpa risih karena bentuk yang sama. dua buah payudara yang menggantung di tubuh kami, dan satu vagina yang melekat di tubuh kami. Nadya semakin membuatku yakin bahwa tanpa makhluk bernama Lelaki, sebagai wanita kami bisa saling mencintai dan merasakan nikmat yang semesta hadirkan untuk kami.

Tanpa terasa hubungan aku dan Nadya berjalan sudah 1 tahun lamanya. entah berapa banyak cairan cinta yang keluar, atau desahan maupun erangan yang dikeluarkan oleh bibir-bibir kami, rasanya aku sudah tidak bisa menghitung lagi. sama halnya dengan kasih dan sayang yang aku berikan kepadanya entah sudah berapa banyak aku menyayangi dan mengasihi sampai-sampai aku sudah tidak berniat lagi untuk memiliki hubungan dengan Lelaki. dan aku semakin mencintai Nadya.

Aku tahu ada yang salah dalam hubungan ini.

Dan aku tidak ingin berpisah juga dengan Nadya. karena bersamanyalah aku merasakan nyaman tanpa harus memperoleh padangan risih.

Semula aku merasakan hal-hal yang tidak dapat ku terima oleh logika. apalah arti logika kalau saja setiap sentuhan darinya membuat tubuhku ini menginginkan yang lebih. aku mencintai orang yang kini ada di hadapanku menikmati setiap jengkal dari tubuhku dengan mesranya.

Entah sampai kapan aku harus memiliki kekasih sesama wanita. tapi aku benar-benar tidak ingin berpisah denganmu, Nad.

Aku mencintaimu tulus.

Dan aku selalu ingin kamu, Nad.

Persetan dengan omongan orang diluaran sana nanti. yang aku mau hanya dirimu.

Jenis kelamin nomor dua, yang penting kasih sayang dan kesetiaan. seperti ucapmu dulu. setahun yang lalu.

Iklan

16 thoughts on “Cinta yang abu-abu

  1. Getir. Campur aduk rasanya tahu ada cinta yang dirasakan oleh dua orang insan manusia yang sama-sama sejenis. πŸ˜€

    Luar biasa keren! πŸ˜‰

  2. Hadehhh..
    Jujur sajaa.. sebenernya rada sedikit geli bacanya
    tapi ada sedikit ngakak dan sedikit jijay -___-a
    tapi skng banyak jugaa wanita2 seperti itu..
    hiiih…
    ngakak jijay sedikit geli -__-a

    • HAHAHAHAHA!

      si adek ketipu juga ya :p

      yang kerennya pas udah di edit sama kak teguh, dek. ini masih draft abal-abal lho =))

      ini kamu belum boleh baca, belum 17 tahun soalnya :p

      makasih yah dekk :*

      • iya kaaak :p
        loh ? masa ? nemuinnya dimana yg udah diedit kak ? O.o
        iyaah emang kaak XD tadi pas bagian kising nya langsung saya scroll ke bawah. geli kaak XD mwihihi
        samasama kaak :* kakak berbakat jadi penulis juga rupanyaaa =))

      • akhhhhhhhh.

        makin terbang =))

        ini cuman uji coba nulis dek, ternyata panjang yaa. πŸ˜€

        aku udah mention kamu di twit untuk cerpen yang sudah di edit yah dek πŸ˜‰

        makasih ya sudah mampir kesini adekku :*

  3. Wah keren ak ska cerita nya tp kurang detail
    Skrng begitu juga yg saya rasakan
    Menyukai sesama sejnis
    Menyandang status LESBI tapi ak nyaman ..
    Ak tidak perduli apa pun kata orang
    Lanjut kan ya cerita nya yang lbh seru lg and detail
    Thank’s

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: