Sang Penari

Kata mereka hidup ini cukup indah dan cukup singkat untuk dinikmati, menurutku tidak.

Kata mereka juga waktu yang bergulir di setiap detiknya itu menghasilkan cerita baru yang akan menjadikan serangkaian manis, menurutku tidak.

Ketika panas, aku masih berusaha untuk membuat majikanku senang. Dan memberikan hasil dari kerjaku seharian ini. Ya, aku bekerja seharian penuh. Tidak peduli itu panas atau pun hujan. Yang aku kerjakan hanyalah melenggok-lenggokan tubuh mungilku untuk memberikan hiburan yang menyenangkan untuk mata-mata yang kemudian menikmati dari pertunjukanku.

Aku sudah terbiasa menari menggunakan busana atau pun tidak. Menggunakan pakaian yang pantas atau pun seadanya. Menggunakan aksesoris yang mencolok atau pun dengan tubuh telanjang tanpa sehelai kain pun menutupi tubuhku

Aku penari jalanan.

Aku tidak diperkenankan mengenal apa itu yang dinamakan lelah. Atau pun istirahat.

Aku penari latar yang biasanya menggunakan topeng.

Kata mereka dengan uang segala sesuatu akan menjadi mudah, menurutku tidak.

Kata mereka juga waktu yang bergulir di setiap detiknya itu akan menorehkan kenangan-kenangan yang tak akan terlupakan indahnya, menurutku tidak.

Ketika lelah mulai mendera, hanya gertakan yang akan menjadi santapanku. Tak lagi aku dapatkan kuasaku untuk diriku sendiri. Aku sudah menjadi hamba, dan boneka bagi majikanku.

Tidak jarang cambukan yang aku dapatkan ketika aku sudah mulai limbung.

Dan dengan muka yang tertutup topeng, aku akan kembali menari dan berusaha menghibur semua mata yang tertuju padaku.

Sampai pada akhirnya rupiah demi rupiah mengalir deras ke majikanku.

Maukah kamu tetap melihatku menari?

Iklan

5 thoughts on “Sang Penari

  1. Ping-balik: Berhentilah Menyiksaku « Call Me – Ndue

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: