Perkara Hot Pants dan Rok Mini

Liburan kali ini pada kemana kalian, Temans? Semoga menyenangkan ya liburannya. Ada yang nanya saya gimana gak? Saya jawab ya, liburan saya hari ini dirumah dan menonton ftv yang cerita cintanya itu loh, manis dan kayaknya mustahil banget. Kayak keserempet sopir bajaj, eh sopirnya itu gantengnya sekelas rifki balwell, siapa coba yang gak kepincut. Saya juga pasti akan seperti itu. Penulis skripnya beneran kreatif dan saya jadi pengen kenalan. *eh.

Gini, saya baru bangun jam setengah 12 siang tadi. Itu berarti saya istirahat selama 12 jam. Dan itu sangat langka terjadi. Ini kali pertamanya saya tertidur selama itu. Dan saya beneran gak sadar ketika saya mencari mama dan saudara saya tidak ada. Malahan sudah ada makanan untuk makan siang saya kali ini. *nikmatnya dunia. =))

Oh ya, semalam itu secara gak sengaja saya masuk ke salah satu group untuk komunitas warga dari Klaten. Nah, saya juga gak tahu kenapa saya mendadak ingin nimbrung disana. Biasanya juga setiap ada postingan, saya tidak pernah ingin nimbrung disana. Tetapi, justru ketika saya nimbrung malah menimbulkan opini-opini yang akhirnya saya hampir bertengkar dengan orang yang menulis postingan tersebut.

Isi postingan tersebut adalah. “Tolong yang menggunakan celana sejengkal itu sebelum make nanya temannya dulu kiranya pantas atau ndak, bukannya seksi malah buat orang eneg.”

Saya baca postingan tersebut, dan saya cermati setiap komentar yang ada. Rasanya si mbak yang buat postingan tersebut itu lagi jengkel banget sama orang yang menggunakan celana model seperti itu.

Well, saya sendiri menemukan kasus tentang pro dan kontra mengenai rok mini dan celana sepaha ini gak hanya kali ini. Sebelum-sebelumnya juga saya sudah membaca di rumah orange. Ngerumpi.com. Disana ada pro dan kontra mengenai rok mini.

Hmm, saya siy memandangnya memang dari segi si pengguna dan si yang melihatnya. Saya juga gak bermaksud dalam hal ini memihak pada siapapun, hanya saya ingin mengeluarkan pendapat saja.

Saya membalas postingan tersebut seperti ini..

“Sebelum saling menghamiki, mbok ya mas/mbaknya ini menghargai atas keputusan dan pilihan dari yang menggunakannya. Maaf lho ya ini maaf, saya tidak bermaksud apa-apa. Cuma kok kesannya di komentar dan postingan ini meremehkan banget. Saya sendiri melihatnya seneng kok. Karena gimana ya, menurut saya fashion itu sebuah seni. Dan untuk mereka yang memilihnya berarti itu sudah dipikirkan. Dan saya harus menghargainya. Bahkan saya salut dengan mereka. Walaupun yang menggunakan itu badannya memang tidak seksiy, tapi mereka mempunyai rasa nyaman yang membuat mereka tampil cantik. Saya sendiri ketika membeli celana seperti itu barengan dengan teman saya, dan saya sadar badan saya gembul tidak seksiy.. Kaki saya pendek tidak jenjang, bahkan betis saya besar-besar. Tetapi ketika teman saya berkata saya cantik menggunakan celana seperti itu kalau saya bisa membuat nyaman juga untuk saya dan orang yang melihatnya.”

Jawaban saya kepanjangan, ya?

Err.. Itu kan hanya pendapat saya saja. Karena saya pernah beberapa kali bertemu dengan wanita-wanita yang menggunakan rok mini dan dress walaupun badan mereka tidak sebohai model-model di cover majalah, tetapi mereka terlihat lebih cantik dengan rasa percaya diri dan kenyamanan menggunakannya. Saya sendiri juga belum tentu bisa menggunakan rok mini atau dress karena saya masih belum bisa akur dengan percaya diri dan rasa nyamannya. Jadi saya masih belum bisa.

Makanya ketika saya melihat orang-orang seseliweran didepan mata saya menggunakan fashion seperti itu, saya malah memandangnya sebagai sebuah keindahan. Tidak peduli seperti apa bentuk dari yang menggunakannya. Kurus, gemuk, itu bukan menjadi hal yang bermasalah.

Dan kalau memang banyak pria yang memandangnya sebagai salah satu bentuk dari pancingan syahwat, duh.. Itu pasti yang ngelihat imannya gak kuat ya? :p kalau ndak, ya pastinya itu yang ngelihat matanya beneran kayak kucing garong lagi diumpan rendang. Coba, kalau yang melihatnya biasa-biasa aja, pasti juga gak akan timbul pikiran untuk memancing syahwat.

Sekali lagi, ini hanya pendapat saya. Tidak bermaksud untuk apa-apa, karena saya juga baru berhasil menggunakan celana seperti itu akhir-akhir ini. Yah, gak begitu buruk lah. Walaupun awalnya juga si mama rada gimana gitu, tetapi akhirnya mengizinkan saya menggunakannya. Asalkan tahu tempatnya. Ndak mungkin juga kan saya menggunakan celana seperti itu ketuka meeting, ya.. Paling jauh ke taman saja. 😉

Banyaknya model celana dan rok dijual itu menandakan bahwa banyak peminatnya juga. Sekali lagi, menurut saya itu sebuah seni dan pilihan. Jadi mari jangan saling menjatuhkan dan menghakimi hanya karena menggunakan pakaian seperti itu.

Selamat hari minggu, Temans!

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: