Sebuah Perjalanan – 33 Jam Bersama Ladypiano

Hai mbak, apa kabar? Sedang apakah mbak lady saat ini? Semoga dalam keadaan baik-baik saja yah mbak lady.

Mbak lad, ini aku tuliskan perjalanan kita tempo hari berdasarkan apa yang aku rasakan, ya. Karena tempo hari aku sudah berjanji sama Mbak lad untuk menuliskannya. Tetapi sudah lama rupanya jeda waktu antara perjalanan kita dengan saat Mbak lad membaca tulisanku saat ini.

Baiklah, aku mulai menceritakannya yah Mbak lady.

Jakarta, 29 Juni 2012 jam 20.00

Hari ini menjadi hari yang seru sebenarnya. Dimana aku mendapatkan tugas untuk ke daerah Jakarta Selatan, tepatnya di Gandaria City untuk bertemu dengan pihak pemeriksa. Aku sudah disana dari jam 12.00 sampai dengan jam 20.00 . setelah jam 20.00 aku putuskan untuk mencari makanan ringan sekiranya untuk menemani perjalanan aku sama mbak lad nantinya. Dan aku ke toko Golden Egg. Membeli kue kesukaanku yang beraroma telur dan gula. Dan malam itu juga mbak lad sms mengkonfirmasi kembali untuk rencana besok.

1 pesan diterima.

“Ndue, besok di semanggi jam 7 ya. Jangan telat nanti biar tidak kesiangan.”

Balas.

“Baiklah mbak lad. Diusahakan untuk tidak telat.”

Dan, mbak lad.. saat itu aku merasakan gugup yang tidak berkesudahan. Setelah aku tahu kalau kita hanya berdua untuk jalan ke bandungnya. Aku bingung untuk berbicara topik apa nantinya barengan mbak lady. Tetapi, aku tepi semuanya. Karena aku lebih takut kesiangan. Setelah membaca beberapa artikel mbak lady, tergambarkan bahwa mbak lad adalah orang yang mengutamakan disiplin. Dan aku sama sekali tidak ingin terlambat untuk janjian besok. Karena aku ingin meyakinkan diri sendiri juga bahwa aku bisa tepat waktu.

Sudah pukul 20.15 aku segera memutuskan untuk pulang dan lekas beristirahat untuk persiapan besok.

Jakarta, 30 Juni 2012 jam 05.00

Endless love – Lionel Richie feat Diana Ross mendayu dengan syahdunya disaat itu. Membangunkanku dari mimpi dan bersiap-siap untuk jalan dan bertemu dengan mbak lad. Semoga saja perjalanan hari ini sesuai dengan yang direncanakan dan siap untuk berpetualang bersama mbak lady. 😉

Jakarta, 30 Juni 2012 jam 06.30

1 pesan diterima.

“Ndue, kamu sudah dimana? Aku sudah di semanggi nih. Kabari saja ya kalau sudah sampai..”

Balas.

“Aku masih di tomang, Mbak. Kena lampu merah 120 detik. Lumayan lama. Insya Allah aku akan sampai disana dengan tepat waktu yah, Mbak.”

1 pesan diterima.

“Ok Ndue.”

Dan bussway melaju mengantarkanku sampai di halte semanggi dengan waktu yang sudah aku perkirakan. 06.50 setidaknya masih ada jeda waktu 10 menit untuk aku jalan dan mencari-cari dimana aku bisa bertemu dengan mbak lady.

Jakarta, 30 Juni 2012 jam 07.00

1 pesan diterima.

“Dimana Ndue?”

Balas.

“Aku sudah didepan semanggi, Mbak. Lagi cari mbak lady dimana ini. Aku nemuin mbak lad dimana?”

Tidak ada balasan rupanya. Sengaja aku tidak menyimpan handphoneku di dalam saku. Karena kalau tersimpan aku tidak bisa mendengar dari nada sms ataupun telephone. Sambil berjalan, aku melihat disekelilingku. Dan, mbak lad menghampiriku.

Mbak lady terlihat cerah sekali saat itu.

Dan setelah aku lihat jam, ternyata aku menepati waktu jam 07.00 tidak ada keterlambatan sedikitpun. Alhamdulillah. 😉

“Sudah siap, Ndue?”

“Sudah, Mbak..”

“Bismillah, ayo kita berangkat!!”

“Bismillah, ayo mbak lady..”

Sepanjang perjalanan aku masih merasakan kecanggungan untuk mengajak mbak lad mengobrol. Sekedar membahas masalah apapun itu. Perjalanan yang ditempuh membutuhkan waktu 3 jam. Saat itu ada satu teori yang tercetus ketika mbak lad menginginkan untuk pergi ke Candi Prambanan untuk menyaksikan pertunjukan Wayang Rahmayana.

Entah dapat ide dari mana, aku dengan gamblangnya menawarkan mbak lad untuk sekalian saja ke Klaten dan menginap di Rumah yang ada di Klaten.

“Mbak lad kalau mau sekalian aja ke sana mbak. Deket kok mbak, cuman dari tol ini mentok itu sudah di cikampek. Nah, cikampek belok ke kiri terus ikutin jalan. Mbak lad jalan terus aja nanti pas di pantura mentok terus nanti udah di indramayu. Nah, indramayu belok kanan mbak, nanti mentok itu udah tegal. Dari tegal kita belok kiri mbak, nanti udah tembus purwokerto nah terus mbak lad lurus aja mentok udah semarang. Dari semarang, nanti tinggal cari jalan ke klaten. Terus kita ke prambanan nanti ya mbak..”

“Hahahaha, teorinya gampang banget yah, Ndue. Mentok-mentokan terus. Yang ngejalaninnya itu lho.. pegel nanti mentok-mentok terusan.”

Kita tertawa bersama-sama. Tertawa melebur menjadi satu di fajar saat itu. Dan entah, itu teori mentok-mentok apakah akan ada yang menggunakannya di lain waktu. Aku tidak tahu.

Aku banyak mendapatkan saran dari mbak lad. Menurutku mbak lad itu perempuan bijaksana yang pernah aku temui. Tetapi jangan tersinggung yah mbak lad. Karena mbak lad bijaksananya dikalahkan oleh mamaku. Teteup, segalak apapun beliau, dia teteup perempuan terbijaksana yang pernah ada didunia ini. Mbak lad menduduki posisi ke dua, Kok. 😉

“Ndue, bisa tidak kalau nanti kedepannya kamu menurunkan rasa ego dan nada bicara kamu ke orang lain untuk meredam rasa amarah. Entah itu amarah ke kamu sendiri, atau amarah ke orang lain.”

“Masih susah, Mbak. Karena bagaimanapun aku masih dibilang labil untuk urusan ego dan emosiku..”

“Kamu pernah baca tulisan aku yang isinya tentang mendengarkan dulu dan baru mengucap maaf?”

“Pernah, Mbak. Dan itu keren banget. Tulisan mbak lady kebanyakan menjadi pilmod karena keren banget.”

“Iya, itu kalau kamu pahami gak ada salahnya kalau kamu mengalah untuk mendengarkan. Kalau lawan bicara kamu nadanya rendah, sebisa mungkin kamu lebih rendah. Kalau dia sedang mencak-mencak dengan nada yang tinggi, dengarkan dulu saja kamu nanti menjawabnya dengan nada rendah. Nanti lawan bicara kamu pasti akan merendah dan menghormati kamu dengan sendirinya. Percaya deh sama aku, Ndue. Memang itu susah awalnya sangat susah malah, tetapi kalau kamu sudah berhasil ditahap awal, kamu akan menjadi seseorang yang lebih baik lagi. Nanti belajar ya setelah ini.”

“Insya Allah, Mbak. Aku akan mencoba sebisa aku yah mbak lad..”

Dan aku tersenyum-senyum sendiri. Dan mensuggest ke diri sendiri bahwa aku akan menjadi seseorang yang tidak mengutamakan ego dan emosi lagi. Apapun yang akan terjadi, aku akan menjadi seseorang yang tidak mudah terpancing olehnya. Sebisa mungkin akan merendahkan, tetapi bukan merendahkan diri.

Dan mbak lady, sejujurnya sampai dengan saat ini aku masih belajar. Maaf kalau saran dari mbak lady tidak bisa langsung aku laksanakan. Karena ternyata itu susah. Tetapi aku masih mencoba mengontrol atas diriku sendiri. Aku bukanlah seorang Hulk yang tidak bisa mengontrol dirinya sendiri dan berubah menjadi monster yang menyeramkan.

Dan banyak lagi pembicaraan-pembicaraan 3 jam antara Jakarta – Bandung. Sampailah kita di jalanan Paris Van Java. Yang ternyata kita sudah terjebak oleh macet. Dan, segera mengkonfirmasi teman-teman di sana untuk bertemu dan kemudian melanjutkan perjalanan untuk ke Kawah Putih.

Bandung, 30 Juni 2012 jam 10.30

Saat itu perjalanan dilakukan berempat. Aku, Mbak Lad, Teguh, dan Mbak Indah. Kita berempat buta dengan jalanan. Seandainya aja perjalanan ke kawah putih itu bisa ditempuh menggunakan teori ke Klaten, pasti akan lebih mudah lagi, sayangnya tidak berlaku teori seperti itu. =))

Sepanjang jalanan aku sama mbak indah menyanyikan lagu-lagu yang suaranya gak karuan ngalor-ngidul kemana aja. Yang penting nyanyi. Aku dan mbak indah menyanyikan lagu dari aliran mellow, sampai dengan dangdutan. Bahkan lagu dangdut yang hits banget saat-saat ini yaitu pacar lima langkah.

Mbak indah keren, dan mbak lady hanya tertawa saja. Karena mbak lad gak tahu jenis lagu apa yang kita nyanyikan tadi. Dan mbak lad sama teguh setia mendengarkan aku berdua nyanyi gak karuan nggenahnya. =))

Selain nyanyi, kita juga bermain tebak-tebakan dalam aplikasi permainan yang ada di handphoneku suasanya lucu, riuh, dan asik banget. Ketahuan banget wawasan kita gak sebanyak yang ada di permainan tersebut. Dan, saat itu teguh banyak bantu dalam pertanyaan yang ada kaitannya dengan bahasa inggris.

Bandung, Kawah Putih 30 Juni 2012 Jam 14.00

Seperti mimpi rasanya ketika menginjakkan kaki di tempat yang selama ini aku mimpikan. Kawah putih namanya. Dan selama ini aku bayangkan tempatnya asyik. Aku hisap udara sejuk disekitaran kawah putih. Dan dingiiiiin sekali rasanya. Siang saja terasa dinginnya, tidak terbayangkan kalau sampai malam harus disana. Dan bermalam disana. Bisa-bisa badan menggigil gak karuan.

Dan saat aku memasuki kawasan kawah putih, benar-benar amazing! Aku berada di tempat yang indahnya gak ketulungan. Sayangnya mbak lad gak ikut naik saat itu. Ahh, aku berjanji suatu saat nanti aku akan kesana lagi mbak. Untuk menikmati pemandangan yang gak ada duanya itu.

Allah maha besar, menciptakan semua keindahan ini secara sempurna tanpa keburukan sedikitpun. Bahkan saat itu aku bersyukur Allah telah mempertemukan aku dengan mbak lad yang bisa mengajakku ketempat yang aku hanya bisa lihat di layar televisi.

Mungkin saat itu belum terucap terima kasih untukmu mbak lad, izinkan kali ini aku mengucapkan terima kasih sebanyak-banyaknya untuk mbak lad atas kesempatan ini.

Bandung, 30 Juni 2012 jam 18.30

Saatnya berpisah dengan teman-teman yang lain. Dan tinggal aku berdua sama mbak lad untuk mencari penginapan. Mbak lad sudah menetapkan tempatnya dan aku berdecak kagum atasnya. Baru kali pertama aku menginjakkan kaki ke tempat seperti itu. Itu pengalaman yang menyenangkan dan seru!

Lucu ketika kita menaiki lift, dan kita gak bisa mencet lantai berapa yang akan kita tuju. Setelah sadar bahwa ada hal yang kurang akhirnya kita ketawa bareng-bareng. Kita menyadari betapa lugunya (mungkin) kita saat itu ya. Karena aku tidak tahu, makanya aku diam saja mengikuti apa yang mbak lad lakukan.

Malam itu juga, ada acara grandfinal acara Indonesian Idol setelah mandi dan makan malam, akhirnya aku bergumul dengan selimut yang tebal. Dan memandangi pemandangan bandung malam hari. Saat itu rasanya reumatik kakiku kumat. Sakit tidak karuan. Biasanya kalau dalam saat-saat itu aku nangis nyariin si mama untuk membantu meluruskan urat yang membuatku sakit. Berhubung tidak ada si mama dan adanya mbak lady, makanya aku tidak nangis saat itu. Hanya bisa meminta balsam mbak lad dan diurut sendirian.

Mbak lad, aku ketiduran ternyata. Aku terlalu lelah malam itu. Maaf tidak bisa menemani mbak lad menyaksikan acara tersebut.

Selamat malam mbak lad, selamat beristirahat. Terima kasih untuk waktu dan pengalaman seharian yang sangat menyenangkan ini. (ucapku dalam hati ketika aku terbangun saat itu.)

Bandung, Fajar 1 Juli 2012 jam 05.30

“Selamat Pagi, Ndue.. sudah bangun? Gimana semalam nyenyak tidurnya?”

“Alhamdulillah mbak nyenyak banget.”

“Acnya dingin gak, Ndue?”

“Aku kedinginan mbak. Hehehe.”

“Sarapan yuk, dibawah banyak makanan lho..”

“Duluan saja, Mbak. Aku masih mau menyadarkan diri sendiri dulu.”

“Oke, nanti kalau sudah kebawah kita sarapan bareng ya.”

“Siyapp mbak lady..”

Mbak lad akhirnya keluar, dan aku sendirian dikamar. Aku menonton teve. Saat itu ada acara kesukaanku. Lord Of The Rings : The Return Of The King dan sedang seru-serunya dalam keadaan perang. Aku masih takjub dengan efek dari film yang sukses meraih beberapa penghargaan dari Oscar tersebut.

1 pesan diterima.

“Buruan turun, Ndue. Hayo.. kuenya enak-enak nih..”

Balas.

“Baiklah mbak lad. Aku ganti baju dulu, tidak perlu mandi aku langsung kesana.”

Aku tadinya canggung mbak untuk jalan kesana sendirian. Soalnya aku tidak tahu menahu dimana letak dari tempat untuk kita sarapan saat itu. Dan tadinya aku tidak ingin turun mbak. Karena aku ketinggalan. Mbak ladynya sudah rapih saat itu. Tetapi berhubung mbak lad sms, jadinya aku turun dengan kepedean tingkat 50%. Hahahaha.

Bandung, 1 Juli 2012 jam 06.00

Aku menemui mbak lady, dan saatnya kita sarapan. Dan aku baru tahu kalau untuk sarapannya itu seperti prasmanan. Tahu begini aku dari tadi udah turun, Mbak. =)) aku pikir kita seperti makan diresto yang makanannya dipesan.

*getokin kepala kemeja* =))

“Kamu tau gak semalam itu Regina tampil keren banget. 3 jurinya langsung standing applause buat mereka. Si Vina saja sampai berdiri memberikan selamat untuk mereka. Dan itu keren banget pas nyanyi makin cinta, Ndue. Coba nanti kamu cari aja di Youtobe, ya.”

“Wah, iya mbak. Semalam aja dia cantik banget ya mbak. Nanti aku akan cari.”

(Mbak lady, setelah aku cari videonya, itu keren banget! Dan aku setiap hari lihat Regina. Dan keren banget ternyata mbak. She’s very entertaining. )

Aku memilih nasi uduk saat itu ( aku lebih suka yang yang tradisional soalnya ), dan mbak lady memotretku. Duh, rasanya gak karuan mbak. Itu aku jelek banget, belum mandi dan mbak lady memotoku. Pas aku lihat hasilnya. Tarraaaaaaa!! Kereeenn. Selalu ya selalu, kalau mbak lady yang motret hasilnya. 😉 terima kasih ya mbak.

Dan, ketika itu kita gak udah-udahan yah mbak untuk menjelajah makanannya. Makanan, minuman, kue, semuanya kita rasakan. Rasanya sampai-sampai udah tidak muat lagi. Dan menyerah untuk memakan lagi. Padahal makanan dan minumannya masih banyak yang belum kita rasakan. Tetapi akhirnya kita memutuskan untuk kembali ke kamar. Karena juga, tempatnya sudah mulai ramai oleh pengunjung yang lain.

Bandung, 1 Juli 2012 jam 13.00

Kita jalan ke Jakarta, setelah menyerah dengan kemacetan yang ada di Bandung. Ada beberapa alasan kenapa kemacetan menghampiri bandung.

  1. Karena adanya Pak Presiden yang datang untuk meresmikan TransStudio dan Trans Luxury Hotel
  2. Karena Weekend.
  3. Karena diawal bulan.

Kita lebih baik pulang. Saat itu ternyata kita secara tidak sengaja menemukan tempat makan warung cepot. Masakan khas Bandung.

“Mbak lad, mau pesan apa?”

“Kamu apa, Ndue?”

“Kalau aku diajarkan oleh pak bosku kalau kita makan disebuah rumah makan yang menawarkan kekhasan masakan daerah tersebut, aku akan pilih itu mbak. Karena itu menandakan ciri khas dan andalannya dari masakan tersebut. Kalau makanan itu enak, berarti masakan lainnya akan enak. Kalau tidak, berarti makanan yang lain tidak enak. Jadi, aku pilih ayam goreng cepot.”

“Oh gitu ya Ndue, baiklah aku pilih itu saja ndue..”

“Oke mari kita coba, Mbak.”

Makanan yang kita pesan datang. Wah, rasanya ingin segera menyantap. Dan rasanya, enak banget! Mbak lad bahkan bilang kalau nanti ada kesempatan untuk kebandung lagi, akan datang ke sini untuk menyantapnya kembali. Dan rumah makan tersebut keren banget semua ornamennya ada wayang dan ciri khas jawa barat sekali. Tempat dan makanannya ternyata asyik! Padahal kalau dari luar tidak terlihat sebagus itu. Dan, pelajaran yang aku ambil kembali saat itu.

Don’t judge a place just from cover 😀

 

Bandung, 1 Juli 2012 jam 14.00

Kita pulang, kita menempuh jarak 140KM. kita kembali ke Jakarta. Dan semuanya selesai. Perjalanan kita sudah selesai ketika kita sampai di Jakarta nanti.

Jakarta, 1 Juli 2012 jam 15.00

Kita seperti melihat ada pertunjukan hebat di jalan tol Cikampek. Karena ada sebuah mobil yang mendadak menunjukkan aksinya dengan memutar balik. Bersyukurnya tidak ada korban saat itu. Aku lihat mbak lad kaget dan bersyukur karena mbak lad mengerem secara mendadak. Alhamdulillah tidak terjadi sesuatu yang buruk saat itu.

Ketika perjalanan dilanjutkan.

Ada satu hal yang aku ingat dari mbak lady.

“Ndue, kamu lihat didepan kita ini. Barisan dari mobil-mobil ini dipimpin oleh apa. Itu yang menentukan kita dibelakangnya.

“Itu sepertinya ada sebuah truck mbak lad..”

“Nah, kalau trucknya berjalan lamban kita juga akan ikut lamban, Kan? Seandainya saja yang didepan kita ini adalah mobil penumpang yang kecepatannya bisa dipercepat lagi, kita akan melaju dengan cepat juga.”

“Iya, benar seperti itu mbak..”

“Sama kayak kehidupan kita, kalau yang memimpin kita lambat, sebagai pengikutnya kita juga akan lambat karenanya. Maka, kalau suatu saat nanti kamu jadi pemimpin. Memimpinlah dengan cepat, bijak, dan tepat.”

“Amin, semoga yah mbak lad..”

Dan kita tersenyum bersama. Kita merencanakan menonton bareng untuk film yang diputar di bioskop. Dan mbak lad, rencana itu terjadi setelah 4 bulan kita gagas. Itu juga mbak lad yang menggagasnya. Bukan aku. Hehehe. Terima kasih untuk acara sabtu kemarin yah mbak lad. 😉

Jakarta, 1 Juli 2012 jam 16.00

Terima kasih mbak lady untuk semuanya. Kali ini saatnya aku berpisah dengan mbak lady. Saatnya aku kembali ke rumah dengan cerita yang akan kutulis kemudian aku kirimkan ke mbak lady.

“Terima Kasih mbak lad.. terima kasih untuk semuanya.”

“Sama-sama, Ndue. Hati-hati dijalan ya..”

“Maaf kalau merepotkan mbak lad. Boleh aku menulis sesuatu untuk aku kirimkan ke mbak lad. Judulnya 33 jam bersama mbak lady..”

“Hahaha, silahkan Ndue.”

Aku mencium tangan mbak lad. Dan aku berpisah dari mbak lady.

Sepanjang jalan pulang aku berfikir bahwa apa yang telah dilewati selama 33 jam bersama mbak lady kemarin adalah hal terhebat yang ada didalam hidup aku.

Dan mbak lad, terima kasih untuk kesempatannya dan untuk memberikan 33 jam yang menyenangkan. Memberikan pengalaman baru. Mengantarkan ke tempat yang aku impikan selama ini. Dan memberikan tempat yang nyaman untuk kita di Bandung kemarin.

Mbak lad, terima kasih banyak. Terima kasih untuk semuanya yah mbak. 😉

Jakarta, 11 Oktober 2012.

Ditulis untuk menepati janji ke mbak lady 4 bulan yang lalu.

Terima kasih untuk 33 jam bersama mbak ladynya. 😉

Salam,

Ndue.

**beberapa foto yang diambil oleh mbak lady. ini ketika menyantap sarapan berdua. 😉 terima kasih mbak lady..**

**dan ini ketika kami makan siang di warung cepot. terima kasih sekali lagi mbak lady. ;)**

Iklan

7 thoughts on “Sebuah Perjalanan – 33 Jam Bersama Ladypiano

    • huwaaakkkk. kalo ke klaten ke rumahku aja. kita bantu pak tuwo ke sawah dan ngingu kambing mbak :))

      iya, mbak lad emang menyenangkan bangettttt. dan itu sebuah kesempatan yang alhamdulillah diberikan sama Allah untuk bisa melakukan perjalanan seperti ini, mbak.

      pacarku? =))
      kalau yang make blangkon aku wis terkenal mbakeee. akika kan jadinya artesssssssssss =))

  1. Huaaa Ndueeee.. Itu jalan-jalan udah lama banget lha kok masih ingettttt aja toh? *garuk2 kepala salut*
    Makasih juga ya Ndue buat tulisannya.
    Waduhhhh, tawaran ke Klatennya bareng Mbak Nita? Asyikkkk..!
    But tunggu dapet wangsih doloooo yah. Jauh benerrrr soale hehehe… Siapa tahu tugas ke Jogja insyaallah bisa deh 🙂

    • hahahhahaa.

      iya mbak ladyyy. 😉 kan sesuai janjiku.. sesuai dengan tempo hari aku izin untuk menulis dan berjanji untuk menuliskannya untuk mbak lad.

      wah, itu kalau teori mentoknya di terapkan, bisa-bisa mbak ladynya sampai sananya 8 jaman, mbak. ;))

      semoga aja teorinya suatu saat nanti bisa diterapkan. hahahahhaha.

    • HAHAHAHA. ini ladies time sebenarnya mas lam.

      😉

      mau ikutan? hayuk kapan-kapan. terima kasih sudah mampir yah mas..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: