Tidak Ada Alasan Untuk Tidak Menulis

Halo teman-teman apa kabar? Terima kasih untuk beberapa teman yang masih setia menengok dari rumah ini, yang dari beberapa hari lalu belum diupdate lagi. Masih dengan alasan yang cukup elite yaitu saya sibuk. *dilemparin sandal*

Dalam beberapa hari ini saya masih suka kepikiran untuk menuliskan beberapa bait puisi sebenarnya untuk membuat rumah ini tetap terisi. Tetapi karena alasan diatas tadi, maka saya tidak pernah menulis satu artikel pun dari beberapa hari yang lalu.

Padahal yah, tidak ada alasan lho untuk tidak menulis. Mau alasan se-elite sampai se-klise apapun menulis itu adalah mencurahkan. Apapun itu, bisa saja cerpen, tulisan-tulisan curhatan abal-abal yang terjadi setiap harinya. Seperti saya sering menuliskan curhatan abal-abalnya saya setiap hari.

Baru begini saja rumah saya udah nganggur. Bagaimana kalau musim SPT Tahunan nanti yah. Kemarin entah kenapa mata saya terpana ketika melihat sesuatu yang merah, berambut, dan segar. Saya ingin sekali mendekati dan membelinya beberapa ikat saja. Sesuatu itu bernama Rambutan. Ketika saya membelinya, saya teringat hal yang kemudian membuat saya tidak nafsu untuk melumatnya kembali.

Ahh ya, musim rambutan juga petanda musim SPT Tahunan. Saya bisa di kantor dari pagi sampai jam 12 malam. Bahkan bisa menginap dikantor untuk mengerjakan tugas tahunan dan menyelamatkan pelaporan dari SPT Tahunan agar tidak terlambat.

Saya dan beberapa teman saya di kantor sudah menjadi hal yang lumrah kalau dari bulan Januari – April, kami di kantor dari jam makan pagi, siang, sore, sampai malam. Dan untuk pulang jam sore hari itu adalah hal yang tidak mungkin.

Jika dalam saat-saat ini saja saya udah males menulis, gimana pas ketika SPT Tahunan nanti? Semua alasan adalah benar, tetapi hanya orang bodoh yang selalu membenarkan alasan. Seperti itulah kata mama saya ketika dia sedang menasihati anaknya yang selalu saja alasan kalau di minta untuk belajar saat-saat ini.

Iya, ada benarnya juga kok. Saya tidak mau diperbodoh sama alasan. Abis ini tidak mau malas lagi. *Tabok pipi saya sendiri kalau saya mulai malas kembali.*  =))

Salam manis,

 

Iklan

11 thoughts on “Tidak Ada Alasan Untuk Tidak Menulis

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: